Kunjungan Kak Na ke LPKA Lambaro membawa pesan tentang kesempatan kedua. Sebanyak 71 anak menjalani pembinaan di lembaga tersebut.
Banda Aceh-Kesalahan masa lalu tak semestinya menjadi hukuman seumur hidup. Bagi anak-anak yang menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Lambaro, kesempatan memperbaiki diri masih terbuka. Persoalannya, bagaimana mereka menyiapkan langkah setelah melewati masa pembinaan.
Pesan itu dibawa Marlina Usman, yang akrab disapa Kak Na, saat mengunjungi LPKA Kelas II A Lambaro di Gampong Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Selasa, 27 Oktober 2026. Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Aceh itu meminta anak-anak binaan tidak kehilangan semangat untuk berubah.
“Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Setiap kita tentu pernah berbuat salah, dan sebaik-baik manusia adalah mereka yang mau berubah serta memperbaiki kesalahan-kesalahannya,” ujar Kak Na.
Istri Gubernur Aceh itu berharap anak-anak binaan membuktikan perubahan melalui perilaku dan pilihan hidup setelah menjalani pembinaan. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pembina yang mendampingi mereka selama berada di lembaga tersebut.
Menurut Kak Na, para pembina memiliki peran layaknya orang tua kedua bagi anak-anak yang membutuhkan bimbingan dan perhatian.
“Insya Allah, pengorbanan bapak dan ibu pembina menjadi sebuah ibadah yang diridhai Allah,” katanya.
Ketua DWP Aceh, Fitriani Taufik, juga mengingatkan anak-anak binaan agar mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh. Istri Sekretaris Daerah Aceh itu mengatakan para pembina akan terus mendampingi mereka agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-27 DWP. Dalam kegiatan itu, Kak Na bersama Fitriani dan jajaran DWP Aceh membagikan paket bantuan kepada seluruh anak binaan.
DWP Aceh turut menghadirkan psikolog dari Rumah Sakit Jiwa Aceh untuk memberikan motivasi. Kegiatan ini diarahkan untuk membangun semangat anak-anak selama menjalani pembinaan.
Kepala LPKA Kelas II A Lambaro, Yusnaidi, menyebutkan lembaganya saat ini membina 71 anak.
Angka itu menunjukkan ada puluhan anak yang sedang menjalani proses pembinaan dan membutuhkan pendampingan. Namun, perubahan tidak berhenti pada pesan motivasi atau bantuan sosial. Kesempatan kedua juga membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan, dukungan keluarga, dan ruang bagi anak untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Bagi anak-anak di Lambaro, pesan Kak Na menjadi pengingat bahwa masa depan belum selesai ditulis.[]










