Ia menempatkan pers sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi sekaligus mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi,” ujar Dek Fadh.
Banda Aceh-Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, atau Dek Fadh, bersama jajaran Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Aceh di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (24/9/2026).
Dek Fadh menerima langsung jajaran pengurus FPRMI Aceh yang dipimpin Ketua FPRMI Aceh sekaligus Pemimpin Redaksi Modus Aceh, Muhammad Saleh. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang semakin dekat antara Pemerintah Aceh dan insan pers.
Di hadapan jajaran pimpinan media, Dek Fadh menunjukkan sikap terbuka terhadap berbagai agenda dan dinamika dunia jurnalistik. Ia menempatkan pers sebagai bagian penting dalam kehidupan demokrasi sekaligus mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. “Kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi,” ujar Dek Fadh
Bagi Dek Fadh, hubungan pemerintah dan pers bukan sekadar hubungan kelembagaan. Komunikasi yang terbuka dinilai penting agar berbagai informasi mengenai pemerintahan dan pembangunan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara baik, akurat, dan bertanggung jawab.
Dalam kesempatan itu, FPRMI Aceh menyampaikan sejumlah agenda organisasi, termasuk pelantikan kepengurusan periode kedua yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober 2026 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh.
Muhammad Saleh berharap Dek Fadh dapat hadir sekaligus memberikan sambutan pada acara tersebut.
“Kami berharap Bapak Wakil Gubernur dapat hadir sekaligus memberikan sambutan pada pelantikan nanti,” ujar Muhammad Saleh.
Respons positif langsung diberikan Dek Fadh. Ia menyatakan siap mendukung sekaligus menghadiri pelantikan FPRMI Aceh. “Siap mendukung dan Insyaallah saya akan hadir,” kata Dek Fadh.
Tidak hanya pelantikan, Dek Fadh juga memberikan dukungan terhadap rencana diskusi FPRMI Aceh pada 15 Oktober 2026. Forum tersebut akan membahas potensi jerat pidana dalam produk jurnalistik dengan menghadirkan para pemimpin redaksi media di Banda Aceh dan unsur humas berbagai lembaga di Aceh.
Dek Fadh menyambut baik ruang dialog tersebut. Menurut dia, pertemuan antara pimpinan media dan unsur pemerintah dapat memperkuat pemahaman bersama mengenai kebebasan pers, aturan hukum, serta kode etik jurnalistik.
Sikap tersebut memperlihatkan pentingnya komunikasi yang dibangun secara langsung dan terbuka antara pemerintah dan insan pers.
Bagi FPRMI Aceh, dukungan Wakil Gubernur terhadap agenda organisasi menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan media di Aceh.
Pertemuan itu pun ditutup dengan semangat yang sama, membangun komunikasi, memperkuat silaturahmi, dan menjaga kemitraan antara Pemerintah Aceh dengan insan pers.
Dengan komunikasi yang terbuka dan hubungan yang semakin erat, Dek Fadh menunjukkan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog bersama pers demi menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh. []












