“Penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kinerja, inovasi, dan dampak yang dihasilkan para nominator,” kata Djamari.
Jakarta-Penghargaan bukan sekadar panggung dan piala. Di balik Kompolnas Awards 2026, ada proses panjang untuk mengukur bagaimana polisi bekerja, berinovasi, dan melayani masyarakat.
Komisi Kepolisian Nasional menyerahkan penghargaan kepada sejumlah satuan kerja dan personel Polri yang dinilai menonjol dalam capaian, inovasi, integritas, serta dedikasi. Penganugerahan berlangsung di Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Ketua Kompolnas Djamari Chaniago mengatakan penilaian dilakukan secara transparan, akuntabel, objektif, dan berbasis bukti. Para nominator tidak langsung ditentukan sebagai penerima penghargaan. Mereka melewati sejumlah tahapan, dari penilaian awal, penetapan nominasi, penyaringan lima besar, visitasi, hingga rapat pleno dewan juri.
Dewan juri beranggotakan 13 orang. Komposisinya tidak hanya berasal dari Kompolnas, tetapi juga melibatkan unsur Polri, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, media, serta konsultan profesional.
Komposisi itu dimaksudkan untuk memperluas sudut pandang dalam menilai kinerja polisi. Bukan hanya apa yang dikerjakan, tetapi juga inovasi dan dampaknya.
“Penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kinerja, inovasi, dan dampak yang dihasilkan para nominator,” kata Djamari.
Kompolnas Awards tahun ini mencakup 11 kategori, mulai dari satuan kerja di tingkat Mabes Polri, Polda, Polres dan Polsek, hingga penghargaan individual.
Pasukan Gegana Korbrimob Polri meraih penghargaan Satker Mabes Terbaik. Sementara Polda Sumatera Selatan menjadi penerima penghargaan Polda Terbaik.
Di tingkat kewilayahan, penghargaan Polres Kelompok A diberikan kepada Polres Banjar, Polda Jawa Barat. Polres Bantul, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima penghargaan Polres Kelompok B. Sedangkan Polresta Malang Kota, Polda Jawa Timur, menerima penghargaan Polres Kelompok C.
Untuk tingkat Polsek, penghargaan Kelompok A Urban dan Metro diberikan kepada Polsek Biringkanaya, Polrestabes Makassar. Adapun Kelompok B Rural dan Pra-Rural diberikan kepada Polsek Arso Timur, Polres Keerom, Polda Papua.
Penghargaan juga diarahkan kepada personel yang bekerja di medan dan fungsi yang berbeda.
Melalui kategori 5P—People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership, Kompolnas memberikan penghargaan kepada lima personel. Mereka adalah Bripka Khairi, Aiptu Dillia Rika Sari, S.H., Bripka Sony Ikhwandi, Aipda Arjunif, S.I.P., dan Brigpol Agus Kurniawan.
Kategori Perseorangan Peacekeeper diberikan kepada Brigpol Tiara Nissa Zulbida, S.E., M.A., dari Divisi Hubungan Internasional Polri.
Sementara penghargaan Perseorangan Satgas Daerah Konflik diberikan kepada Bharaka I Ketut Murtina, A.Md.Kep., dari Korbrimob Polri; Bripda Isak S. Kafiar dari Polda Papua Tengah; dan Iptu Suratman dari Polda Papua Tengah.
Untuk kategori Perseorangan Densus 88 AT, penghargaan diberikan kepada Brigpol Afriza Fachmi, S.Kom., M.H., dari Ditcegah Densus 88 AT.
Kompolnas berharap penghargaan itu tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Praktik yang dinilai berhasil diharapkan dapat ditularkan dan menjadi pembelajaran bagi satuan kerja maupun personel Polri lainnya.
“Kami berharap Kompolnas Awards 2026 tidak hanya tentang penghargaan, tetapi juga tentang praktik baik yang dapat menjadi pembelajaran,” ujar Djamari.
Di titik itu, penghargaan ini membawa pesan yang lebih luas bahwa prestasi kepolisian bukan hanya soal apa yang dilakukan aparat, tetapi juga bagaimana kerja itu memberi dampak bagi masyarakat. []






