Festival Math Fair XIX 2026 diikuti pelajar dan mahasiswa dari sejumlah institusi pendidikan di Aceh maupun luar daerah.
Banda Aceh-Matematika tidak hanya berkaitan dengan angka, rumus, dan hitungan.
Di balik proses penyelesaian soal, terdapat kemampuan berpikir logis, menganalisis persoalan, menyusun strategi, hingga mengambil keputusan secara tepat.
Kemampuan tersebut menjadi bagian dari kompetensi yang diperkenalkan melalui Festival Math Fair XIX 2026 yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Matematika (HIMATIKA), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Syiah Kuala (USK), pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi akademik, kreativitas, serta kemampuan berpikir sistematis melalui berbagai kompetisi.
Melalui festival tersebut, HIMATIKA FMIPA USK berupaya memperkenalkan matematika dengan pendekatan yang lebih menarik.
Tujuannya, mendorong generasi muda agar tidak hanya memahami konsep dan rumus, tetapi juga mampu menerapkannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Math Fair XIX menghadirkan delapan kategori perlombaan, yakni Desain Poster, Catur, Hitung Cepat, Olimpiade Matematika tingkat SMP dan SMA, serta Math Race tingkat SD, SMP, dan SMA.
Sarana Mengembangkan Nalar
Setiap kategori perlombaan memiliki karakteristik pembelajaran yang berbeda. Olimpiade Matematika, misalnya, menuntut peserta memahami konsep, menganalisis persoalan, dan menentukan metode penyelesaian yang tepat.
Sementara itu, Hitung Cepat mengembangkan kemampuan mengolah angka secara cepat dan teliti. Peserta dituntut menjaga ketepatan perhitungan meskipun menghadapi keterbatasan waktu.
Math Race memberikan pengalaman kompetisi yang menggabungkan kemampuan akademik dengan kerja sama tim. Peserta perlu menyusun strategi, berkoordinasi, dan mengambil keputusan untuk menyelesaikan tantangan.
Kompetisi Catur juga memiliki nilai pengembangan kemampuan berpikir. Permainan ini menuntut konsentrasi, perencanaan, serta kemampuan memperkirakan konsekuensi dari setiap langkah.
Adapun Desain Poster memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dan menyampaikan gagasan melalui karya visual.
Keragaman kategori tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kemampuan peserta tidak terbatas pada aspek akademik.
Kreativitas, strategi, komunikasi, dan kerja sama juga menjadi bagian dari pengalaman belajar.
Mempertemukan Pelajar dan Mahasiswa dari Berbagai Daerah
Festival Math Fair XIX 2026 diikuti pelajar dan mahasiswa dari sejumlah institusi pendidikan di Aceh maupun luar daerah.
Perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain Universitas Syiah Kuala, Universitas Teuku Umar, Politeknik Negeri Lhokseumawe, UIN Ar-Raniry, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, dan Politeknik Negeri Medan.
Sementara itu, peserta dari tingkat sekolah berasal dari MTsN 1 Banda Aceh, SMP Fatih Bilingual School, SMA Negeri Modal Bangsa, MAN 1 Banda Aceh, serta sejumlah institusi pendidikan lainnya.
Keikutsertaan peserta dari berbagai jenjang pendidikan memberikan kesempatan untuk memperluas pengalaman belajar melalui kompetisi.
Pelajar dan mahasiswa dapat menguji kemampuan, mengenali pendekatan penyelesaian masalah yang berbeda, sekaligus membangun kepercayaan diri.
Membangun Minat terhadap Matematika
Salah satu tantangan dalam pembelajaran matematika adalah mengembangkan minat peserta didik terhadap bidang ilmu tersebut.
Matematika masih kerap dipersepsikan sebagai pelajaran yang sulit karena identik dengan rumus dan perhitungan.
Padahal, kemampuan matematika memiliki kaitan erat dengan keterampilan berpikir kritis dan sistematis.
Kemampuan memahami informasi, mengidentifikasi masalah, serta menentukan solusi merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.
Melalui Festival Math Fair XIX 2026, HIMATIKA FMIPA USK berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih variatif.
Kompetisi menjadi salah satu pendekatan untuk memperkenalkan matematika secara lebih menarik kepada generasi muda.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya minat belajar, kreativitas, serta pandangan positif terhadap matematika.
Pada akhirnya, keberhasilan mempelajari matematika tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghafal rumus atau memperoleh jawaban yang benar.
Kemampuan memahami konsep, menjelaskan proses berpikir, dan menemukan solusi secara sistematis merupakan bagian penting dari pembelajaran yang bermakna. []












