Kamera ponsel diarahkan ke mereka. Lalu sebuah seruan menggema: “PWI Simeulue, Nasir Nurdin Dua Periode!”
Sinabang-Di kantin Pelabuhan Sinabang, Kamis sore, 22 Oktober 2026, belasan pengurus dan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Simeulue berkumpul.
Kamera ponsel diarahkan ke mereka. Lalu sebuah seruan menggema: “PWI Simeulue, Nasir Nurdin Dua Periode!”
Nasir Nurdin tak sedang berkampanye di ruang konferensi. Ketua PWI Aceh periode 2021–2026 itu bersiap meninggalkan Simeulue setelah bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota organisasi wartawan tersebut.
Namun, menjelang kepulangannya ke Banda Aceh, pelabuhan menjadi panggung kecil bagi dukungan terhadap pencalonannya kembali.
Nasir bertolak menggunakan KMP Aceh Hebat 1 melalui Pelabuhan Calang, Aceh Jaya. Ia didampingi staf pribadinya, Syahrul Ramadhan, dan Ketua PWI Aceh Utara, Abdul Halim.
Kunjungan ke Simeulue merupakan bagian dari safari organisasi menjelang Konferensi Provinsi XIII PWI Aceh pada 20–22 November 2026. Pulau di Samudra Hindia itu menjadi daerah ke-17 yang disambangi Nasir, baik dalam kapasitasnya sebagai ketua petahana maupun kandidat untuk periode 2026–2031.
Dalam pertemuan dengan pengurus dan anggota PWI daerah, Nasir membawa dua agenda.
Pertama, menyampaikan perkembangan persiapan konferensi yang ditangani panitia pelaksana atau organizing committee (OC) dan panitia pengarah atau steering committee (SC), termasuk sumber anggaran kegiatan.
Kedua, menjelaskan alasannya kembali maju sebagai calon ketua.
Dua agenda itu mempertemukan urusan organisasi dengan kontestasi kepemimpinan. Di satu sisi, Nasir berkewajiban menyampaikan perkembangan persiapan konferensi kepada anggota.
Di sisi lain, kunjungannya berlangsung ketika persaingan memperebutkan kursi Ketua PWI Aceh mulai menghangat.
Menurut Nasir, pengurus dan anggota PWI di sejumlah kabupaten/kota yang dikunjunginya telah menyampaikan dukungan secara terbuka. Seruan di Pelabuhan Sinabang, kata dia, menjadi salah satu gambaran komitmen tersebut.
Meski demikian, dukungan di tingkat daerah belum menjadi keputusan akhir. Penentuan ketua tetap berada di tangan peserta Konferprov XIII melalui mekanisme pemilihan yang berlaku.
Nasir berharap konferensi berlangsung tanpa hambatan. Ia juga menginginkan pergantian kepemimpinan organisasi profesi wartawan itu berjalan dalam suasana demokratis, tanpa merusak hubungan persaudaraan di antara anggota.
“Semoga Konferprov XIII PWI Aceh berjalan tanpa hambatan dan pergantian pucuk pimpinan di organisasi profesi ini bisa berlangsung dalam semangat demokrasi dan persaudaraan,” ujar Nasir.
Di dermaga Sinabang, dukungan itu direkam dalam sebuah video. Seruan “dua periode” menjadi penutup kunjungan Nasir ke Simeulue.
Namun, gaung dukungan tersebut baru akan memperoleh arti politik yang menentukan ketika para pemilik suara berkumpul di arena konferensi bulan depan. []







