Perolehan dukungan ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari desk Konferensi Provinsi (Kongerprov) PWI Aceh ke-13.
Banda Aceh-Nasir Nurdin mengantongi 118 dukungan dalam kontestasi pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031. Dukungan tersebut mengiringi langkah Nasir untuk kembali memimpin organisasi profesi wartawan di Aceh.
Perolehan dukungan ini berdasarkan informasi yang diperoleh dari desk Konferensi Provinsi (Kongerprov) PWI Aceh ke-13.
Nasir, yang maju sebagai bakal calon ketua, tengah bersiap menghadapi proses pemilihan kepengurusan PWI Aceh untuk lima tahun mendatang. Ia sebelumnya juga telah menyerahkan berkas pendaftaran sebagai calon ketua.
Dalam proses pendaftaran itu, Nasir bersama Muhammad Zairin, bakal calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP), menyerahkan dokumen pencalonan untuk mengikuti kontestasi kepemimpinan PWI Aceh.
Perolehan 118 dukungan menjadi salah satu angka yang menandai dinamika menjelang pemilihan. Namun, kekuatan dukungan tersebut tetap perlu dilihat berdasarkan mekanisme dan hasil verifikasi yang berlaku dalam proses pencalonan.
Pemilihan Ketua PWI Aceh periode 2026–2031 akan menentukan arah kepemimpinan organisasi wartawan itu selama lima tahun ke depan, termasuk dalam menjaga profesionalisme, meningkatkan kompetensi wartawan, dan memperjuangkan kemerdekaan pers.
Hingga proses pemilihan berlangsung, dukungan yang terkumpul dan pemenuhan persyaratan pencalonan menjadi bagian dari tahapan yang perlu dicermati untuk memastikan kontestasi berjalan sesuai aturan organisasi.
Muhammad Zairin Balon Ketua DKP
Dari gedung PWI Aceh dikabarkan, Muhammad Zairin mengantongi 100 dukungan dalam kontestasi pemilihan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031.
Jumlah dukungan itu menjadi modal bagi Zairin untuk bersaing memperebutkan kursi DKP organisasi wartawan tersebut.
Perolehan dukungan ini menambah dinamika menjelang pemilihan Ketua dan DKP PWI Aceh. Kontestasi diperkirakan menjadi ajang adu gagasan dan komitmen para kandidat dalam membenahi organisasi serta memperkuat profesionalisme wartawan di Aceh.
Dukungan yang terkumpul menjadi salah satu indikator kekuatan kandidat. Namun, proses pemilihan tetap bergantung pada mekanisme organisasi dan ketentuan yang berlaku dalam konferensi PWI Aceh.
Zairin kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan dukungan tersebut menjadi kepercayaan dalam pemilihan.
Selain menggalang dukungan, kandidat dituntut menawarkan agenda yang konkret bagi masa depan organisasi, termasuk peningkatan kompetensi wartawan, perlindungan profesi, dan penguatan solidaritas antaranggota.
Pemilihan Ketua PWI Aceh periode 2026–2031 akan menentukan arah kepemimpinan organisasi wartawan itu selama lima tahun ke depan. []







