KONI Banda Aceh Gelar Buka Puasa Bersama Jajaran Pengurus, Atlet dan Pelatih

“Momentum Ramadhan mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat berbagi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat olahraga,” ujarnya.

Banda Aceh-Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banda Aceh menggelar buka puasa bersama di Kantor Sekretariat Beurawe, Rabu (4/3/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus, atlet, pelatih, serta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal.

Ketua KONI Banda Aceh, H. Heri Julius, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antarinsan olahraga di bulan suci Ramadhan.

Menurutnya, buka puasa bersama tidak hanya menjadi ajang ibadah dan refleksi diri, tetapi juga sarana membangun solidaritas demi kemajuan olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Ketua KONI Banda Aceh, H. Heri Julius, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antarinsan olahraga di bulan suci Ramadhan. (FOTO | FOR PENAPOST.CO.ID)

“Momentum Ramadhan mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat berbagi. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat olahraga,” ujarnya.

Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pengurus, atlet, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga di Banda Aceh semakin solid dalam menghadapi agenda kompetisi mendatang.

“KONI Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk tidak hanya membina prestasi atlet, tetapi juga membangun karakter serta memperkuat kebersamaan di lingkungan olahraga,” ungkapnya.

Suasana semakin hangat saat waktu berbuka tiba. Seluruh peserta tampak menikmati hidangan berbuka puasa bersama dalam nuansa kekeluargaan.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan sebagai agenda rutin tahunan guna mempererat hubungan dan membangun semangat kebersamaan di lingkungan KONI.

Sebelum berbuka puasa, KONI Banda Aceh mengadakan tausiah singkat, yang disampaikan oleh Ustadz Mulasir menegaskan, bulan di Ramadhan harus menjaga diri dari kemaksiatan, apalagi maksiat itu datang ketika membuka Hanphone Seluler (HP).

“Jadi di HP paling banyak maksiat, ketika kita buka HP nampak bermacam ragam, yang mengakibatkan batal pahala puasa,” tegasnya.

Baca Juga:  FKIJK Aceh Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Renovasi Masjid Syuhada Kuala Simpang

Di sisi lain, kata Ustadz, pada bulan Ramadhan ini perlu kita tingkatkan amal dan beramal. Sebab bulan ini sebagai bulan yang berkah bagi umat Islam.

“Bulan puasa Ramadhan menjadi momen istimewa yang selalu dinantikan umat Muslim, bulan penuh berkah, ampunan, dan rahmat,” ungkapnya.

Selama bulan suci ini, umat Muslim berlomba-lomba meningkatkan ibadah, seperti salat tarawih, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak doa.

“Suasana kebersamaan juga semakin terasa, terutama saat berbuka puasa bersama keluarga maupun masyarakat sekitar,” paparnya.

Ramadan tidak hanya mengajarkan tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian terhadap sesama.

“Banyak pihak memanfaatkan, momentum ini untuk berbagi kepada yang membutuhkan, melalui kegiatan sosial dan bakti kemanusiaan,” jelasnya.

Dengan berbagai keutamaan yang dimilikinya, bulan puasa menjadi kesempatan berharga bagi umat Muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Diharapkan, nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan selama Ramadhan dapat terus terjaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci berakhir, ungkapnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *