Guru SD Viral Telanjangi 22 Siswa Gegara Cari Uang

Puncaknya pada hari insiden penelanjangan itu, kata Arief, guru itu kembali kehilangan uang senilai Rp 75 ribu.

 

Jakarta-Berniat mencari uang hilang beberapa hari sebelumnya, aksi nekat seorang guru wali kelas V Sekolah Dasar (SD) yang melucuti busana siswanya malah menjadi viral.

Aksinya itu viral di media sosial. Peristiwa tersebut diduga terjadi di SDN Jelbuk 02, Jember, Jawa Timur. Melansir CNNIndonesia.com dikutip dari detikJatim, aksi itu dilakoni guru karena mengaku kehilangan uang sejak beberapa sebelumnya.

Pada hari insiden, Jumat (6/2), guru tersebut kemudian menggeledah tas 22 siswanya hingga menelanjangi muridnya.

Merespons peristiwa itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember membebastugaskan sementara guru tersebut guru yang berstatus PPPK inisial FT itu.

Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, mengaku pihaknya telah memanggil guru tersebut untuk memberikan keterangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata Arif, guru itu mengaku melakukan tindakan tersebut karena merasa kehilangan uang berkali-kali.

“Kalau cerita dari yang bersangkutan katanya beliau kehilangan uang Rp200 ribu pada Senin (2/2). Dan itu bukan yang pertama kalinya menurut guru tersebut,” kata Arief, Rabu (11/2).

Puncaknya pada hari insiden penelanjangan itu, kata Arief, guru itu kembali kehilangan uang senilai Rp 75 ribu. Arief mengatakan diduga kondisi kesehatan yang kurang optimal serta tekanan psikologis, menjadi faktor pemicu guru tersebut bertindak di luar batas.

Kendati guru yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya. kata Arief, Dinas Pendidikan Jember tetap memberikan sanksi administratif sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Tetapi kami selaku dinas juga harus bertindak profesional sesuai dengan SOP yang berlaku, maka akan ada hal-hal yang harus kita lakukan,” tegasnya.

Baca Juga:  Anggota Polri Terjerat Kasus Narkoba, Kapolda Hingga Kasatres

Sebagai langkah awal untuk mendinginkan situasi dan memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali kondusif, dispendik Jember telah menarik guru tersebut dari tugas mengajarnya di sekolah tersebut.

“Jadi kita tarik untuk sementara sembari kita berkoordinasi dengan OPD [organisasi perangkat daerah] yang lain, agar supaya beliau bisa kita pindahkan di tempat yang lain. Tujuannya agar supaya siswa dan wali murid ini bisa menjalani kegiatan belajar mengajar dengan baik lagi,” katanya.

Kronologi insiden

Peristiwa itu berawal saat pelaku mengaku kehilangan uang Rp75 ribu dalam bentuk lembaran baru. Sebelumnya, pada Senin (2/2), ia juga mengaku kehilangan uang sebesar Rp 200 ribu.

Lantaran curiga, pelaku memanggil 22 siswanya dan menggeledah tas mereka satu per satu. Namun, karena uang tidak kunjung ditemukan, ia mengambil tindakan ekstrem pada pukul 11.00 WIB dengan melakukan penggeledahan tubuh.

Siswa laki-laki diminta menanggalkan seluruh pakaian hingga tanpa busana. Sementara itu, siswa perempuan diperintahkan membuka pakaian dan hanya menyisakan pakaian dalam.

Di sisi lain, wali murid yang curiga karena anak-anak mereka tak jua pulang kemudian datang ke sekolah. Setiba di sekolah, sejumlah wali murid kemudian mendobrak pintu kelas V yang tertutup rapat.

“Karena sampai Jumat siang anak-anak tidak pulang, wali murid datang mengecek. Kami mendapat laporan dari siswa kelas VI yang melihat kejadian itu,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (9/2).

Akibat kejadian ini, banyak siswa mengalami trauma hebat. Pada Sabtu (7/2), dilaporkan hanya enam siswa yang berani masuk sekolah karena dipanggil oleh guru, sementara puluhan lainnya memilih bolos karena takut.

Wali murid sempat berniat mengirimkan petisi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Jember agar oknum guru tersebut dipecat. Namun, pihak Disdik telah turun tangan melakukan mediasi pada Minggu (8/2).

Baca Juga:  Mira Hayati, Bos Kosmetik Berbahaya Dijebloskan ke Penjara

Salah seorang wali murid yang identitasnya tak bisa disebut mengaku saat mediasi itu mereka diminta menandatangani surat perjanjian.

“Sudah ditangani Diknas. Kami diminta tanda tangan untuk tidak bicara, kalau saya ngomong nanti saya yang kena,” ungkap narasumber tersebut.

Sementara itu Plt Kepala SDN Jelbuk 02, Arif Rahman mengaku menyerahkan kasus ini sepenuhnya telah dilimpahkan ke Dinas Pendidikan Jember. “Saya serahkan semua ke Diknas, silakan konfirmasi ke sana,” katanya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *