BSI Aceh Bahas Peran Strategis Perbankan Syariah

Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh

“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujar Imsak.

 

Banda Aceh-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Aceh menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers dengan mengangkat tema “Peran Strategis Perbankan Syariah dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Aceh”.

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, diskusi, sekaligus penguatan kolaborasi antara BSI Regional Aceh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta media massa dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Aceh (13/05-2026)

Kegiatan dibuka dengan welcoming speech oleh RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa perbankan syariah kini memiliki posisi yang semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, khususnya di Aceh yang menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah.

Imsak menjelaskan, secara nasional BSI dengan dual licence sebagai bank syariah dan bank emas berhasil mencatat pertumbuhan customer base yang signifikan pada Kuartal I 2026.

Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah BSI telah bertambah sebanyak 9,26 juta nasabah. Khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah meningkat sekitar 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah.

RCEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan.

“Peningkatan customer base ini turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara year on year menjadi Rp376,8 triliun,” ujar Imsak.

Dari sisi pembiayaan, BSI juga mencatat pertumbuhan double digit sebesar 14,39 persen (YoY) menjadi Rp329 triliun.

Meski tumbuh signifikan, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,88 persen, sementara NPF nett berada pada level 0,38 persen.

Baca Juga:  Sebanyak 300 Ribu Nasabah Ultramikro di Aceh Buka Rekening BSI

Pertumbuhan DPK tersebut turut mendorong total aset BSI per Maret 2026 meningkat menjadi Rp460,1 triliun. Capaian ini mengantarkan BSI masuk dalam jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada 23 Januari 2026.

“Hal ini menunjukkan bahwa bank syariah saat ini memiliki posisi dan kinerja yang sejajar dengan bank-bank besar Himbara lainnya,” tambahnya.

Untuk kinerja regional, Imsak menyebutkan bahwa BSI Regional Aceh juga mencatatkan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI Regional Aceh pada Triwulan I 2026 tumbuh 17,49 persen (YoY) menjadi Rp21 triliun.

Sementara dari sisi pembiayaan, BSI Aceh tumbuh 11,15 persen (YoY) menjadi Rp25,4 triliun dengan kualitas pembiayaan yang tetap sehat.

Untuk aset BSI Regional Aceh juga tumbuh signifikan per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp26,4 triliun atau meningkat sebesar Rp2,7 triliun (11,36 persen secara year on year).

Kegiatan ini juga menghadirkan dua pemateri, yakni Wakil Direktur Eksekutif Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Aceh, Prof. Dr. Hafas Furqani, M.Ec., serta Manager Madya OJK Aceh, Ferdinan Daular.

Melalui kegiatan Media Gathering ini, BSI Aceh berharap sinergi antara industri perbankan syariah, regulator, akademisi, dan media dapat terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan berbasis nilai-nilai syariah. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *