“Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30%. Kita akan pastikan itu akan stabil terus ke depan,” ujar Purbaya.
Jakarta-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2026. Pada Februari, defisit APBN mencapai Rp 135,7 triliun.
Realisasi defisit ini setara dengan 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).Defisit APBN itu berarti pendapatan negara lebih kecil dibanding jumlah pengeluaran atau belanja negara.
Kementerian Keuangan mencatat pendapatan negara sampai 28 Februari 2026 mencapai Rp 358 triliun, sementara belanja negara terealisasi sebesar Rp 493,8 triliun.
“Pengumpulan pajak di dua bulan pertama 2026 ini tumbuh 30%. Kita akan pastikan itu akan stabil terus ke depan,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Pendapatan negara yang terkumpul Rp 358 triliun berasal dari penerimaan pajak Rp 245,1 triliun, kepabeanan dan cukai Rp 44,9 triliun, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 68 triliun.
Sementara itu, belanja negara yang mencapai Rp 493,8 triliun berasal dari belanja pemerintah pusat yakni Rp 346,1 triliun, serta transfer ke daerah Rp 147,7 triliun. “Kita pastikan semua faktor-faktor pendukung pertumbuhan ekonomi itu berjalan dengan baik,” tegas Purbaya. []






