Malam itu Sayyidah Fatimah hanya bisa menangis melihat dua putra tercintanya tidak memiliki baju Lebaran saat semua anak-anak di Madinah sudah berhias untuk hari raya.
Jakarta-Kisah memilukan datang dari cucu kesayangan Rasulullah SAW, Hasan dan Husein. Saat anak-anak seusianya sudah bersiap dengan pakaian terbaik untuk menyambut hari raya, Hasan dan Husein bahkan belum punya baju yang akan dipakai hingga malam Lebaran tiba.
Hasan dan Husein kemudian memberanikan diri bertanya kepada sang ibu, Fatimah Az-Zahra. Fatimah yang tak lain putri Rasulullah SAW hanya bisa menjawab pakaiannya masih berada di tukang jahit. Tentu saja itu adalah jawaban untuk melegakan sang anak. Faktanya, Fatimah bahkan tidak memiliki uang untuk membelikan baju.
Malam itu Sayyidah Fatimah hanya bisa menangis melihat dua putra tercintanya tidak memiliki baju Lebaran saat semua anak-anak di Madinah sudah berhias untuk hari raya.
Selang beberapa saat, terdengar suara ketukan pintu di rumahnya. Sayyidah Fatimah lalu menghampiri seraya bertanya, “Siapa?”
Tamu itu lalu menjawab, “Wahai putri Rasulullah, saya adalah tukang jahit. Saya datang membawa hadiah pakaian untuk kedua putramu.”
Sayyidah Fatimah lalu membuka pintu dan “penjahit” yang datang lalu memberikan bingkisan. Saat bingkisan dibuka, ada dua gamis, dua celana, dua mantel, dua sorban, dan dua pasang sepatu hitam yang indah.
Tak menunggu lama, Sayyidah Fatimah memanggil anak-anaknya dan memberikan baju baru nan indah itu. Betapa gembiranya Hasan dan Husein akhirnya memiliki baju Lebaran seperti teman-temannya di Madinah.
Dalam hati, Sayyidah Fatimah bertanya-tanya, siapa penjahit yang mengirimkan hadiah baju Lebaran ke rumahnya. Mengingat dia tak memesan baju apa pun ke penjahit.
Di tengah keheranan itu, Rasulullah SAW datang dan melihat kedua cucu kesayangannya sudah memakai pakaian rapi. Beliau SAW lalu menggendong Hasan dan Husein lalu mencium keduanya dengan penuh cinta.
Rasulullah SAW kemudian bertanya kepada putrinya, Sayyidah Fatimah, “Apakah engkau melihat sang tukang jahit itu?”
Sayyidah Fatimah menjawab, “Iya, aku melihatnya.”
Rasulullah SAW kemudian menjelaskan, “Duhai putriku, dia bukanlah tukang jahit, melainkan Malaikat Ridwan sang penjaga surga.”
Sontak Sayyidah Fatimah kaget. Benar saja, ternyata Allah SWT mengirimkan malaikat-Nya mengantarkan baju Lebaran untuk cucu Rasulullah SAW. Kebahagiaan pun merekah di keluarga Sayyidah Fatimah pada malam Lebaran itu.
Kisah ini diceritakan Ibnu Syahr Asyub dari Al-Ridha dan dinukil oleh Hakim al-Naisaburi dalam kitabnya, Al-Amali. Riwayat ini juga terdapat dalam buku Ramadhan Menyapa Penduduk Bumi, Menaiki Tangga Langit karya Mustopa. []






