Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 1 dari 10 produk medis yang beredar di negara berpendapatan rendah dan menengah adalah produk substandar atau palsu.
Jakarta-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis temuan 8 jenis obat palsu. Deret obat ini termasuk obat-obatan yang rentan pemalsuan dan banyak ditemukan di pasaran.
Rupanya obat-obatan yang kerap ditemukan di pasaran bisa jadi obat palsu. Belum lama ini BPOM menghadirkan kanal Komunikasi Risiko Obat Plasu yang khusus memberikan informasi terkait temukan obat palsu hasil pengawasan BPOM.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada sekitar 1 dari 10 produk medis yang beredar di negara berpendapatan rendah dan menengah adalah produk substandar atau palsu.
Oleh karenanya, Kepala BPOM Taruna Ikrar berharap masyarakat semakin jeli dan terus memperbaharui informasi lewat kanal baru ini.
BPOM rilis 8 jenis obat palsu
Lewat hasil pengawasan dan laporan masyarakat, BPOM menemukan setidaknya ada 8 jenis obat yang sering dipalsukan. Berikut daftarnya.
Viagra
Cialis
Ventolin inhaler
Dermovate krim
Dermovate salep
Ponstan
Tramadol hydrochloride
Hexymer/ Trihexyphenidyl hydrochloride
BPOM menyebut obat palsu bisa menjadi ancaman serius buat masyarakat. Obat palsu bisa mengandung bahan yang tidak tepat, jumlah kandungan bisa terlalu banyak atau sedikit, atau sama sekali tidak mengandung bahan obat. Kemudian obat palsu bisa mengandung zat aktif lain yang berbahaya bagi tubuh. []






