“Menjadi bank pertama yang meraih sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 adalah pencapaian penting sekaligus amanah bagi BSI,” ujar Bob.
Jakarta-Data nasabah kini bukan sekadar angka di layar komputer bank. Di tengah transaksi digital yang terus melonjak, informasi pribadi menjadi aset yang harus dijaga ketat.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk mengklaim telah memperkuat benteng perlindungan itu. BSI menjadi bank pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27701:2025, standar internasional untuk Privacy Information Management System (PIMS).
Sertifikasi tersebut mencakup dua layanan yang bersentuhan langsung dengan nasabah. Aplikasinya bernama BYOND by BSI dan layanan Customer Care.
Hingga Juni 2026, BSI menyebut memiliki lebih dari 24 juta nasabah. Transaksi melalui BYOND telah mencapai lebih dari 400 juta. Besarnya volume tersebut membuat persoalan perlindungan data menjadi semakin penting.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, mengatakan sertifikasi itu bukan semata-mata untuk memenuhi tuntutan kepatuhan. Menurut dia, perlindungan data merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan nasabah.
“Menjadi bank pertama yang meraih sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 adalah pencapaian penting sekaligus amanah bagi BSI,” ujar Bob.
Ia mengaitkan perlindungan data dengan nilai-nilai syariah yang dianut perusahaan. Bagi BSI, kata Bob, layanan perbankan tidak cukup hanya cepat dan mudah. Keamanan, transparansi, dan perlindungan privasi menjadi bagian dari kualitas layanan.
Di balik sertifikasi itu terdapat perubahan pada pengelolaan data. Pada BYOND, BSI menerapkan pendekatan privacy-by-design. Pengendalian akses, mitigasi risiko privasi, dan pemantauan sistem dilakukan sebagai bagian dari pengamanan data.
Pada layanan Customer Care, mekanisme verifikasi identitas serta pemenuhan hak nasabah sebagai subjek data juga diselaraskan dengan praktik internasional.
Namun penghargaan atas sistem keamanan itu datang ketika industri perbankan tengah berlomba memperbaiki pengalaman nasabah. BSI menyebut mereka meraih peringkat kedua dalam Bank CX Tracker 2026.
Direktur Compliance & Human Capital BSI, Arief Adhi Sanjaya, mengatakan sertifikasi tersebut bukan akhir dari pekerjaan.
“Ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah strategis kami untuk terus memperkuat tata kelola privasi dan keamanan informasi di seluruh ekosistem layanan BSI,” kata Arief.
BSI berencana meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan memperluas budaya perlindungan data ke seluruh lini perusahaan.
Di tengah pertumbuhan transaksi digital, tantangannya sederhana tetapi besar: semakin banyak data yang dikelola, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaganya.
Bagi BSI, sertifikasi ISO/IEC 27701:2025 menjadi salah satu penanda bahwa perlindungan privasi ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis. Target berikutnya tetap ambisius: membawa BSI menuju visi sebagai Top 5 Global Islamic Bank. []






